Dwi W Julianto - blog

Just another Blogdetik.com weblog

Open Office 3.1 Kian Samai Microsoft Office

By Republika Newsroom
Senin, 23 November 2009 pukul 15:59:00

JAKARTA–Keberadaan sistem operasi terbuka atau open source kian vital di tengah dominasi korporasi besar. Contoh kisah sukse ialah Linux beserta turunannya, yang mampu menandingi sistem operasi yang sudah dulu mapan seperti Microsoft lewat Windows atau Apple dengan Snow Leopard, aplikasi gratis (open source) berkembang pesat.

Cerita lain yang patut disimak adalah keberadaan Open Office. Software tersebut dikenal sebagai aplikasi perkantoran tandingan Microsoft Office.

Seperti rencana awal, pengembangan Open Office Org bertujuan mendobrak dominasi pasar dari Microsoft Office dengan menyediakan pilihan berbiaya rendah, berkualitas tinggi dan terbuka. Di samping itu, Open Office diharapkan mampu mendukung standar dokumen terbuka untuk pertukaran data, dan dapat di operasikan dengan berbagai platform, di antaranya Windows, Solaris, Linux, dan Mac OS X.

Meski berbasis terbuka, pengembangan intensif dan penyempurnaan Open Office terus dilakukan para relawan. Hanya, tampilan grafis, fungsionalisasi chart dan teks masih menjadi masalah utama yang dihadapi para pengguna Open Office.

Berlatar itu, versi 3.0 yang sudah beredar dipermak kembali dengan versi terbaru Open Office 3.1. Pada versi terbaru, perbaikan dan peningkatan mencakup semua komponen, baik yang umum juga terhadap aplikasi Writer, Calc, Chart, Impress dan Base.

Untuk semua platform yang didukung, ke depan OOo 3.1 akan mendukung Antialiasing, memperhalus penampilan saat menggambarkan garis maupun lingkaran.

Perubahan pada Writer terjadi pada penggunaan dokumen, yakni mudah dikolaborasikan dengan Internet. Pada versi sebelumnya hal ini sulit dilakukan.

Kemudian pada versi 3.1 OOo, akan tersedia fitur file locking dan tidak bergantung pada fitur di Sistem Operasi. Fitur tersebut sangat memungkinkan terjadinya perlindungan terhadap kemungkinan salah hapus oleh peserta yang mengedit teks.

Perubahan lain terjadi pada upaya menonjolkan teks (highlight). Sekarang, Writer memiliki fitur penonjolan teks dimana terdapat ’stabilo’ dengan pilihan warna persis sama dengan word.

Selain itu, komentar yang disisipkan di konten bisa berdialog, berikut dengan kemungkinan pencarian. Namun, khusus pemeriksaan gramatikal teks masih belum sempurna, meski telah menjadi bagian dari aplikasi.

Khusus program pengelola tabel (spreadsheet), perubahaan terjadi pada fitur Calc. Pengoperasian Calc kini bisa dilakukan dengan mengklik ganda untuk memberikan nama.

Fitur ini dapat memperbesar dan memperkecil tampilan, seperti yang telah diterapkan di Writer. Untuk program presentasi Impress kini tersedia dua tombol untuk mengatur ukuran huruf (fonts).

Dengan penyempurnaan macam itu, Open Office memiliki fitur yang begitu persis dengan MS office. Dari segi tampilan baik layout pun kian serupa. Hal yang membedakan hanyalah ongkos gratis dan memori yang dibutuhkan. Open Office tidak menghabiskan banyak ruang di hard disk, sebab kapasitas yang dibutuhkan hanya 150 MB.

Sejak diluncurkan awal tahun 2099, Open Office mendapatkan sambutan luar biasa dari berbagai kalangan, begitu pun di dunia maya. Umumnya, mereka berpendapat bila Open Office bisa disempurnakan lagi, maka MS Office harus bersiap dilibas dan tergusur.

Aplikasi ini bisa didownload secara bebas. Anda cukup Googling dan ketik download Open Office 3.1, maka anda segera mendapatkannya tanpa mesti repot mencari kode aktivasi atau harus melalui masa trial yang menyebalkan. Tertarik, download saja langsung situs resmi Oppen Office.org

detikcom : 12 Praktek Keamanan Terbaik Bagi Pengguna PC

title : 12 Praktek Keamanan Terbaik Bagi Pengguna PC
summary : Apa yang bisa dilakukan pengguna PC untuk menjamin keamanannya saat menggunakan internet? Simak 12 tips berikut ini. (read more)

Core i9, Prosesor ‘12 Otak’ dari Intel?

Jakarta - Intel konon bakal merilis prosesor terbaru bertajuk Core i5 sekitar bulan September 2009. Namun di luar itu, rumor untuk prosesor lainnya dari Intel sudah mulai berkembang.

Salah satunya adalah Gulftown yang dikabarkan akan muncul dengan nama Core i9. Prosesor ini secara fisik akan memiliki 6 otak (core), namun secara sistem akan dikenali memiliki 12 otak (logical core).

Ya, prosesor dengan 6 core ini memiliki dukungan Hyper-threading di masing-masing inti. Sehingga prosesor ini sanggup menangani 12 thread sekaligus.

Seperti dikutip detikINET dari PC Games Hardware, Selasa, (28/7/2009), prosesor ini akan dapat digunakan pada mainboard berbasis Intel X58. Ini tak lain merupakan mainboard pasangan Core i7. Jika itu benar, Core i9 akan menjadi ‘pilihan logis’ bagi pengguna Core i7 yang ingin meng-upgrade jeroannya.

Belum ada pernyataan resmi dari Intel mengenai ‘mainan’ terbaru mereka tersebut. Namun, dari segelintir kabar yang beredar, prosesor Core i9 disebut-sebut akan dirilis pada awal tahun 2010.

Gaya penamaan prosesor Intel pun agaknya memang akan berubah. Jajaran Core 2 Duo (Dual Core) dan Core 2 Quad (Quad Core) disebut akan berubah pula menjadi keluarga Core i3.

( eno / wsh )
Source : http://www.detikinet.com/read/2009/07/28…

Asus Xonar D2X, Wujudkan Pusat Hiburan di PC

Jakarta - Jika dilihat dari segi kualitas suara maupun fitur yang ditawarkan, kartu suara yang telah terintegrasi dalam sebuah motherboard sekarang ini memang dapat dikatakan cukup baik. Malah di antaranya bahkan sudah dapat mengeluarkan suara sekelas Dolby Digital.

Namun bagi para pengguna yang ‘peduli’ akan kualitas suara, memang wajib untuk menggunakan kartu suara terpisah. Apalagi bagi mereka yang hendak menjadikan PC-nya sebagai pusat hiburan di rumah.

Untuk tujuan itu, Asus mengklaim memiliki salah satu kartu suara yang cukup berkualitas. Nama produk ini adalah Asus Xonar D2X.

Terkesan Mewah

Kesan mewah mulai timbul dari kemasan yang disertakannya. Box putih berukuran cukup besar yang di dalamnya berisikan sepaket perlengkapan mulai dari 4 pasang kabel RCA, modular MIDI, hingga beragam aplikasi penunjang seperti Cyberlink Power DVD dan Cakewalk Studio.

Hal itu belum seberapa, kemewahannya makin terasa ketika detikINET memegang kartu suara yang sudah menggunakan interface PCI-Ex 1X tersebut. Warna hitam yang melekat di sekujur tubuhnya, bercampur dengan warna emas pada masing-masing port menambah kesan ‘mewah’ produk ini.

Apalagi masing-masing port tersebut akan mengeluarkan warna yang berbeda ketika dioperasikan, makin memberikan nilai lebih untuk masalah penampilan. Selain itu, setiap warna yang berbeda akan membantu pengguna saat menghubungkan speaker ke kartu suara.

Suara Berkualitas Namun ‘Loyo’

Jika ASUS Xonar D2X memiliki penampilan yang enak dipandang, lalu bagaimana dengan kualitas suaranya?. Tentu saja hal itu menjadi sorotan utama untuk sebuah kartu suara, dan dapat dikatakan ASUS Xonar D2X mampu membuat para penggunanya terlena dalam dentuman musik yang indah.

Tak heran jika sound card ini cukup handal untuk menangani file musik digital. Pasalnya, jika ditengok lebih dalam ternyata ASUS Xonar D2X menggunakan Audio Processing Unit (APU) Oxygen HD CMI8788 yang merupakan chip handal besutan C-media.

Tapi tunggu dulu, menyebut nama C-Media tentunya indentik dengan kartu suara onboard. Namun, dapat dipastikan chip yang satu ini sangat jauh berkualitas jika dibandingkan dengan varian kartu suara onboard manapun.

Saat mencobanya, detikINET menggunakan kartu ini untuk memutar alunan saksofon Kenny G dengan lagu Forever in Love yang terdengar begitu indah dan menghanyutkan, begitupun vocal John Scofield dengan lagunya I Don’t Need No Doctor.

Namun hal tersebut berbanding terbalik ketika penggunanya mendengarkan lagu Rock dari band cadas Korn atau Slipknot. Suara yang dihasilkan malah terkesan ‘loyo’ dan kurang ‘nendang‘.

Oke, untuk file musik, Xonar boleh lah dikatakan sanggup membuai penggunanya. Tapi bagaimana performanya untuk menonton konten High-Definition (HD) ataupun bermain game?

Untuk mengoptimalkannya, detikINET menggunakan speaker 5.1 yang telah mendukung output Dolby Digital sebagai pasangan ASUS Xonar D2X. Hasilnya, memang kartu suara ini cukup handal untuk memainkan konten HD atapun game.

Tetapi, untuk mendapatkan suara yang optimal dibutuhkan sedikit pengaturan jika penggunanya menggunakan kabel RCA untuk outputnya. Masalahnya, pengaturan awal (default) dengan kabel RCA akan terkesan ‘memendam’ suara bass yang dihasilkan.

Akibatnya, pengaturan via aplikasi bawaan kartu ini pun harus dilakukan untuk ‘mengangkat’ dentuman bass itu. Namun, jika menggunakan kabel optical hal itu tak perlu dilakukan.

Secara keseluruhan, dengan harga sekitar USD 175, ASUS Xonar D2X dapat dikatakan mampu untuk mengubah komputer menjadi sebuah pusat hiburan yang cukup memadai. Tentunya hal tersebut juga perlu diimbangi oleh perangkat speaker yang mendukung.

Kelebihan
+ Bonus Lengkap
+ Suara Jernih
+ Sudah Mendukung Dolby Digital

Kekurangan
- Kurang cocok untuk Jenis musik rock atau cadas lainnya
- Agak merepotkan Jika menggunakan kabel RCA ( eno / wsh )

Source : http://www.detikinet.com/read/2009/07/30/111242/1174229/406/asus-xonar-d2x-wujudkan-pusat-hiburan-di-pc

detikcom : JamLegend, Bagai Guitar Hero versi Mini

title : JamLegend, Bagai Guitar Hero versi Mini
summary : Game Guitar Hero bukan satu-satunya cara \’mewujudkan mimpi\’ sebagai musisi. Hanya berbekal account Facebook dan akses internet, pengalaman serupa bisa dilakukan lewat JamLegend. (read more)

detikcom : Mi Ayam Pangsit Renyah Plus Iga Bakar Empuk Casablanca

title : Mi Ayam Pangsit Renyah Plus Iga Bakar Empuk Casablanca
summary : Tak cuma mi ayam dan pangsit renyah yang bisa dicicipi di rumah makan mungil ini. Iga bakar penyetnya pun empuk dengan bumbu gurih manis yang membuat lidah bergoyang. Dibilas dengan es campur yang sueger hmm… bukan tak mungkin rumah makan ini bisa menjadi tempat favorit makan siang! (read more)

detikcom : Dibuat Jatuh Hati Pada Mi Bebek Mamie

title : Dibuat Jatuh Hati Pada Mi Bebek Mamie
summary : Mi yang satu ini asli buatan sendiri. Bentuknya kecil-kecil pipih, lentur, dan tak lengket saat disantap. Siraman kuahnya tak terlalu gurih dengan irisan bebek yang ditaruh di atas mi. Kulit si bebek panggang terasa crispy , dagingnya cukup tebal lagi empuk. Buat penggemar mi siap-siap dibuatnya jatuh hati! (read more)

6 Langkah ‘Tambal’ Lubang di Power Point

Jakarta - Berita buruk! Menurut keterangan Microsoft, para cracker telah mulai menyerang pengguna Power Point. Ada 14 lubang pada Power Point yang bisa disusupi. Dari 14 lubang tersebut, hanya satu yang telah diserang, sementara 13 lainnya sangat rentan dibobol.

Berita baiknya, Microsoft telah menyiapkan sebuah security update, yang sudah dapat di-download dan diinstall para pengguna Power Point.

Berdasar buletin milik Microsoft, berikut ini adalah versi Power Point yang diserang:

Microsoft Office PowerPoint 2002, Microsoft Office PowerPoint 2003, Microsoft Office PowerPoint 2007, Microsoft Office 2004 (Mac), dan Microsoft Office 2008 (Mac); Open XML File Format Converter (Mac); semua versi PowerPoint Viewer, dan Microsoft Office Compatibility Pack bagi Word, Excel, dan PowerPoint 2007 Format File; Microsoft Works 8.5; dan Microsoft Works 9.0.

Dari data di atas, jika kita memasang security update pada versi-versi tersebut kita boleh sedikit lega. Pasalnya update keamanan terbaru dari Microsoft telah mampu menambal lubang-lubang tersebut.

Bagaimana cara ‘menambal’ lubang itu? Cara untuk ‘menambal’ lubang pada Power Point ternyata sangat mudah.

Dikutip detikINET dari Venturebeat, Rabu (13/05/2009) Matt Watchinski, Senior Director Vulnerability Research SourceFire, memberi 6 langkah mudah untuk menambal lubang tersebut.

1. Buka internet explorer, versi berapapun.
2. Akses update.microsoft. com. Selanjutnya akan terbuka halaman baru dengan perintah Download and install updates for your computer.
3. Jika sudah, klik View available updates.

4. Windows akan menunjukkan daftar update yang harus dilakukan. Lihatlah sub-judul yang menunjukan update bagi Office 2007 atau versi apapun yang kita miliki.

5. Ikuti perintah instalasi security update tersebut.
6. Jika kita telah menginstall Office, namun tidak melihat adanya peringatan security update untuk Power Point, berarti security update tersebut telah terpasang pada PC kita. ( faw / faw )

source : detikinet.com

detikcom : Awas, Cedera Karena Komputer Melonjak Drastis

title : Awas, Cedera Karena Komputer Melonjak Drastis
summary : Cedera akut yang diakibatkan oleh pemakaian komputer meningkat dramatis. Anak-anak berumur di bawah 5 tahun khususnya berisiko tinggi terkena cedera terkait pemakaian komputer. Kewaspadaan perlu ditingkatkan. (read more)

Bukan Jalan Umum

Pernah denger kalimat di atas ? Biasanya kalimat itu ada di gerbang masuk menuju perumahan. Yang bertujuan untuk privacy atau alasan keamanan. Saya setuju dengan tujuan tersebut. Tapi apa jadinya jika tulisan tersebut di pasang di depan pintu masuk perumahan yg dibuat oleh “umum” (baca : dari sebagian pajak yg kita bayar). Dan perumahan tersebut kebetulan memisahkan 2 tempat yg berjauhan. Dimana jika ditarik garis lurus, melewati perumahan tersebut. Banyak waktu dan biaya yang bisa dihemat.

Karena terpampang tulisan BUKAN JALAN UMUM ditambah pula beberapa orang yang berjaga, lengkap dengan “senjata”. Maka jadilah para pengguna jalan yang akan melewati perumahan tersebut “sungkan” dan memilih jalan memutar yang jauhnya bisa mencapai belasan kilo meter dan memakan waktu yang cukup lama.

Suatu hari saya pernah berusaha masuk ke dalam perumahan Angkatan Bersenjata/ TNI. Baru beberapa meter menjelang pintu , langsung dihampiri seorang petugas lengkap dengan senpi melingkar di pundaknya. “Selamat siang Pak, ma’af Pak mau tujuan ke mana ?”. Saya jawab dengan menyebutkan suatu tempat yang letaknya di dalam perumahan tersebut. Lalu petugas itu bertanya, “Ini bukan jalan umum Pak, hanya yang berstiker saja yang boleh masuk”. Hlo, lalu bagaimana saya bisa mendapatkan stiker tersebut ? Ya Bapak harus mendaftar dan membayar biaya administrasi sebesar Rp.80.000,- WHAT ???? Saya jadi bingung, bagaimana mungkin saya menjenguk keluarga tanpa harus melewati pintu / petugas tersebut ? Dan jika ingin tetap menjenguk, ya harus melewati pintu penjagaan dengan membayar sejumlah uang untuk mendapatkan “pass sticker”. Pantesan ya Yahtadi mobil di depan kita di suruh balik lagi, begitu anak2 saya menanggapi.

Batal sudah rencana mengajak anak-anak bermain. Tapi saya jadi punya pemikiran lain. Bagaimana seandainya ada orang yang membuat tulisan yang besar di pintu keluar perumahan tersebut (menuju jalan umum). Bunyinya seperti ini INI JALAN UMUM dan di bawahnya ditambahkan BUKAN JALAN TNI. Kendaraan yang berstiker TNI dilarang masuk.

Kalo bisa dipersulit, kenapa dipermudah !!!

Jadi gak usah heran, kenapa negara ini gak maju-maju